Stok Beras Bulog Bulukumba Tembus 43 Ribu Ton, Siap Pasok Antarwilayah

BULUKUMBA – Perum Bulog Kantor Cabang Bulukumba mencatat stok beras mencapai sekitar 43 ribu ton hingga Selasa (14/4/2026), seiring optimalisasi penyerapan gabah di lima wilayah kerja, yakni Bulukumba, Sinjai, Bantaeng, Jeneponto, dan Selayar, guna menjaga stabilitas pangan dan mendukung distribusi lintas daerah.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bulukumba, Faisal Armin, menyatakan ketersediaan stok yang kuat menjadi modal utama dalam menjaga pasokan beras, baik di tingkat lokal maupun nasional. “Saat ini stok beras kami sudah mencapai sekira 43 ribu ton dari target 59,4 ribu ton. Posisi ini menempatkan Bulog Cabang Bulukumba dalam kondisi yang sangat siap untuk mendistribusikan beras, bahkan ke luar daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya cadangan beras memungkinkan pihaknya turut membantu daerah yang mengalami defisit pasokan. “Tahun ini kami telah mendistribusikan beras ke wilayah Papua untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di sana,” kata Faisal.

Dalam hal penyerapan, Bulog Bulukumba terus melakukan pembelian gabah di tingkat petani sejak memasuki masa panen akhir Maret 2026. Hingga pertengahan April, serapan gabah telah mencapai sekitar 31 ribu ton dari target 99 ribu ton. Faisal menegaskan pihaknya tetap konsisten menerapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp12.000 per kilogram untuk beras.

Secara nasional, kebijakan penguatan stok beras merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga ketahanan pangan di tengah fluktuasi produksi dan distribusi. Penyerapan gabah dalam jumlah besar juga bertujuan menjaga harga di tingkat petani tetap stabil, sekaligus memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah.

Dari sisi dampak, peningkatan stok di daerah seperti Bulukumba memberikan jaminan ketersediaan pangan serta memperkuat kemampuan distribusi ke wilayah yang membutuhkan. Selain itu, penyerapan gabah secara masif berpotensi meningkatkan pendapatan petani, meski di sisi lain memerlukan manajemen logistik dan penyimpanan yang optimal.

Ke depan, Bulog Cabang Bulukumba menargetkan penyerapan gabah sebesar 99 ribu ton dapat tercapai seiring puncak masa panen yang masih berlangsung, sekaligus memperluas distribusi antarwilayah guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras secara berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *