PSN Papua Dinilai Perkuat Ekonomi Masyarakat Adat, Jadi Jawaban atas Narasi Negatif Pembangunan

PSN Papua Dinilai Perkuat Ekonomi Masyarakat Adat, Jadi Jawaban atas Narasi Negatif Pembangunan

NABIRE — Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua terus menunjukkan perkembangan positif melalui keterlibatan aktif masyarakat adat dalam berbagai program pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan. Pemerintah dinilai tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai mitra utama dalam pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

Pendekatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menghormati nilai sosial dan budaya lokal. Di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, keterlibatan masyarakat adat mulai memperlihatkan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi rakyat dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Pemerintah melalui berbagai program PSN memberikan bantuan usaha produktif, pengembangan peternakan, budidaya perikanan, hingga dukungan alat pertanian yang melibatkan langsung lembaga adat dan tokoh masyarakat di lapangan.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Nabire, Karel Misiro, mengatakan bantuan pemerintah pusat sangat membantu masyarakat adat dalam memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang usaha baru bagi warga lokal.

“Bantuan seperti kios usaha, pembangunan kolam ikan, dan renovasi fasilitas sangat membantu masyarakat karena langsung digunakan untuk kegiatan ekonomi produktif,” ujar Karel Misiro.

Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi bukti bahwa negara hadir untuk membantu masyarakat adat agar lebih mandiri secara ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di Papua.

Pelaksanaan PSN di Nabire juga terlihat dari berkembangnya sektor peternakan rakyat yang dijalankan masyarakat asli Papua. Salah satunya usaha ayam petelur milik pelaku UMKM lokal, Kuryana Ramande, yang berkembang sejak 2024 setelah meningkatnya kebutuhan pangan di wilayah tersebut.

Usaha tersebut kini tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar melalui distribusi telur dan pengelolaan usaha peternakan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas pemerintah juga dinilai memberikan dampak ekonomi langsung terhadap masyarakat. Meningkatnya kebutuhan telur untuk dapur penyedia makanan bergizi membuka peluang usaha baru bagi peternak lokal di Nabire.

Selain peternakan ayam petelur, pemerintah juga memberikan bantuan pengembangan peternakan babi, budidaya ikan, renovasi kandang, pembangunan kolam, hingga alat pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat adat Papua.

Bupati Nabire, Mesak Magai, menilai pelaksanaan PSN telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat partisipasi masyarakat adat dalam pembangunan daerah.

“Program pembangunan yang dijalankan pemerintah berhasil membuka peluang usaha baru, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat adat dalam pembangunan,” ujar Mesak Magai.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Meepago, Wolter Belau, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah pusat melalui berbagai bantuan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Papua.

Menurutnya, dukungan tersebut membantu masyarakat adat membangun usaha mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Keberhasilan PSN di Papua dinilai sekaligus menjadi jawaban atas berbagai narasi negatif yang berkembang terkait pembangunan di Tanah Papua, termasuk melalui film dokumenter Pesta Babi yang belakangan menuai polemik publik.

Sejumlah pihak menilai narasi dalam film tersebut terlalu menonjolkan sisi konflik dan kritik pembangunan tanpa memperlihatkan secara utuh manfaat nyata yang mulai dirasakan masyarakat Papua melalui program ketahanan pangan, penguatan ekonomi rakyat, dan pemberdayaan masyarakat adat.

Fakta di lapangan menunjukkan masyarakat adat kini tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam pengembangan usaha produktif dan penguatan ekonomi lokal.

Budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Papua juga membuat manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas, mulai dari membantu kebutuhan keluarga besar hingga mendukung kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat setempat.

Pemerintah dinilai berhasil membangun pendekatan pembangunan yang lebih humanis dengan menempatkan masyarakat adat sebagai mitra utama pembangunan. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah di Papua.

Melalui sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat lokal, PSN di Papua kini dipandang sebagai simbol pembangunan yang berpihak kepada rakyat dan menjadi langkah penting dalam mewujudkan Papua yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *