
Jakarta, 16 April 2026 – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar percakapan grup chat yang diduga melibatkan mahasiswa jurusan Teknik Mesin dan Biosistem di IPB University. Percakapan tersebut memuat kata-kata vulgar yang dinilai merendahkan perempuan dan mengarah pada pelecehan seksual.
Konten tersebut viral setelah tersebar luas di platform X (Twitter), memicu reaksi keras dari publik yang menilai perilaku tersebut telah melewati batas etika dan norma di lingkungan akademik.
Kampus Kecam dan Lakukan Investigasi
Menanggapi hal ini, Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB, Alfian Helmi, menegaskan bahwa pihak kampus mengecam keras segala bentuk tindakan yang merendahkan harkat dan martabat manusia.
“IPB University mengecam segala bentuk perilaku yang merendahkan harkat dan martabat manusia. Saat ini kami sedang melakukan langkah-langkah penanganan terhadap dugaan kasus tersebut,” ujarnya.
Saat ini, proses investigasi tengah dilakukan oleh Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus (KMKKPK). Proses tersebut meliputi pemanggilan pihak terkait, pengumpulan bukti, serta koordinasi lintas unit.
Mengacu pada Aturan Kampus
Dalam menangani kasus ini, IPB mengacu pada Peraturan Rektor IPB Nomor 45 Tahun 2025 tentang Tata Tertib Kehidupan Mahasiswa. Aturan tersebut menjadi dasar dalam menentukan sanksi bagi mahasiswa yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Apabila dalam proses investigasi terbukti terjadi pelanggaran, IPB University akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Alfian.
Pihak kampus juga memastikan bahwa proses penanganan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, menjaga kerahasiaan, serta menjunjung tinggi asas keadilan.
Sorotan Publik: Bahaya Normalisasi di Ruang Digital
Kasus ini kembali membuka diskusi luas mengenai budaya komunikasi di kalangan mahasiswa, khususnya dalam ruang digital seperti grup chat. Banyak pihak menilai bahwa candaan yang mengandung unsur seksual sering kali dinormalisasi, padahal memiliki dampak serius terhadap korban.
Fenomena ini menjadi alarm bahwa pelecehan seksual tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk verbal dan digital yang sama-sama merugikan.
Penutup
IPB University menyatakan akan menyampaikan perkembangan kasus secara berkala kepada publik. Masyarakat kini menantikan transparansi dan ketegasan dalam penanganan kasus ini, sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman dan berintegritas.
Sumber Referensi:
DetikNews – “Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa Teknik Mesin, IPB Investigasi” (15 April 2026)
