Terorisme Belum Mati, Waspada Itu Wajib

Terorisme Belum Mati, Waspada Itu Wajib

Tiranitotalitas, Jakarta – Berita terbaru di Parigi Moutong dan Poso, tetap tingkatkan kewaspadaan terhadap kelompok terduga teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT)! Kelompok ini masih aktif di kawasan hutan dan pegunungan sekitar, seperti di Parigi Moutong (Sulteng) dan Poso (Sulteng). Mereka sering bergerak menyamar sebagai warga biasa, mencari dukungan logistik, atau merencanakan aksi kekerasan.
Penangkapan 8 terduga teroris jaringan MIT oleh Densus 88 di Parigi Moutong dan Poso jadi pengingat keras: ancaman teror belum selesai. Poso-Parigi memang jadi salah satu kantong sisa kelompok MIT pasca tewasnya Ali Kalora 2021.

Kenapa kita harus waspada?

  1. Sel tetap bergerak diam-diam: Mereka rekrut anggota baru lewat medsos, pengajian tertutup, dan narasi “jihad” yang dipelintir. Targetnya anak muda yang galau, kecewa, atau kurang literasi agama.
  2. Pola serangan berubah: Gak selalu bom. Sekarang mainnya radikalisasi online, propaganda, penggalangan dana, sampai serang aparat pakai sajam.
  3. Manfaatkan momentum: Tanggal sensitif seperti aksi massa, hari besar keagamaan, atau isu politik sering dipakai buat bikin gaduh.

Yang bisa kita lakuin sebagai masyarakat agar tidak terpapar kelompok-kelompok radikal :

  1. Kenali tanda radikalisasi di sekitar: Perubahan drastis sikap jadi intoleran, anti-Pancasila, ngajak jauhi keluarga, sering akses konten kekerasan, atau tiba-tiba keluar dari komunitas. Laporkan ke RT, Bhabinkamtibmas, atau Call Center 110.
  2. Jaga anak & keluarga dari paparan online: Cek grup WA/Telegram anak, tanya ustaz/guru ngajinya siapa, diskusikan konten yang mereka tonton. Doktrin sesat masuk lewat HP.
  3. Jangan sebarkan foto/video penangkapan mentah-mentah: Bisa jadi bahan propaganda & rekrutmen. Cukup share info dari sumber resmi: Polri, BNPT, Kominfo.
  4. Rawat ruang dialog: Terorisme tumbuh di ruang yang sumpek. Aktif di karang taruna, masjid, gereja, kampus. Makin solid komunitas, makin susah penyusup masuk.
  5. Ikuti info resmi dari Polri dan BNPT.
  6. Percaya aparat, tapi tetap kritis: Dukung dengan info, bukan dengan main hakim sendiri.

Tujuan teroris itu sengaja membuat takut & pecah. Sehingga mengatasinya adalah agar warga tetap waspada, kompak, dan gak gampang terprovokasi isu SARA.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *