Oleh: Asep Ridwan
Media: Opini | Media Online Nasional
Tanggal: 14 Januari 2026
Abstract
Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis yang mencerminkan kemampuan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Salah satu fondasi utama ketahanan nasional adalah ketahanan pangan, karena pangan berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup rakyat, stabilitas sosial, dan keamanan negara. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis ketahanan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional Indonesia dalam perspektif Asta Gatra Ketahanan Nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketahanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan Tri Gatra (geografi, demografi, dan sumber kekayaan alam) serta Panca Gatra (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan). Ketahanan pangan yang kuat berkontribusi signifikan terhadap stabilitas nasional, kemandirian bangsa, serta ketahanan terhadap ancaman non-tradisional. Oleh karena itu, penguatan ketahanan pangan perlu ditempatkan sebagai agenda strategis nasional yang terintegrasi dalam kebijakan pembangunan dan keamanan nasional Indonesia.
Keywords
Ketahanan pangan; ketahanan nasional; Asta Gatra; keamanan nasional; pembangunan berkelanjutan
Pendahuluan
Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa yang mencerminkan keuletan dan ketangguhan dalam menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri. Lemhannas RI menegaskan bahwa ketahanan nasional adalah “kondisi kehidupan nasional yang ditandai oleh keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mengembangkan kekuatan nasional”¹. Dalam kerangka tersebut, ketahanan pangan menempati posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup rakyat dan stabilitas nasional.
Pangan bukan sekadar kebutuhan biologis, tetapi juga faktor penentu stabilitas sosial, ekonomi, dan politik. Amartya Sen menyatakan bahwa “kelaparan dan krisis pangan tidak semata disebabkan oleh ketiadaan pangan, tetapi oleh kegagalan sistem akses dan distribusi”². Pernyataan ini menegaskan bahwa ketahanan pangan memiliki dimensi struktural yang luas dan berimplikasi langsung terhadap ketahanan nasional Indonesia.
Ketahanan Pangan dalam Kerangka Konseptual Asta Gatra
Asta Gatra Ketahanan Nasional terdiri atas Tri Gatra (geografi, demografi, dan sumber kekayaan alam) serta Panca Gatra (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan). Ketahanan pangan beririsan langsung dengan seluruh gatra tersebut. Soedjati Djiwandono menegaskan bahwa “ketahanan nasional hanya dapat terwujud apabila seluruh gatra kehidupan nasional dikelola secara seimbang dan terpadu”³.
Dalam konteks Tri Gatra, ketahanan pangan sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, jumlah penduduk yang besar (demografi), serta ketersediaan dan pengelolaan sumber daya alam. FAO menekankan bahwa “negara dengan keragaman geografis tinggi membutuhkan kebijakan pangan yang adaptif dan berbasis wilayah”⁴, yang relevan dengan kondisi Indonesia.
Ketahanan Pangan dan Panca Gatra Ketahanan Nasional
Dalam gatra ideologi, ketahanan pangan berkaitan dengan perwujudan nilai keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pancasila. Pemenuhan pangan yang merata merupakan bentuk konkret kehadiran negara dalam menjamin hak dasar warga negara. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 menegaskan bahwa “pangan merupakan hak asasi manusia yang harus dipenuhi oleh negara”⁵.
Pada gatra politik, stabilitas pangan berpengaruh langsung terhadap legitimasi pemerintah. World Bank menyebutkan bahwa “food price volatility is closely linked to political instability in developing countries”⁶. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas politik nasional.
Dalam gatra ekonomi, ketahanan pangan berkontribusi terhadap stabilitas makroekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kementerian Pertanian RI menegaskan bahwa “ketahanan pangan nasional berperan sebagai penyangga utama ketahanan ekonomi nasional”⁷. Ketergantungan impor pangan yang tinggi dapat melemahkan kedaulatan ekonomi dan meningkatkan kerentanan nasional.
Pada gatra sosial budaya, pangan memiliki nilai sosial dan kultural yang kuat. Pola konsumsi, tradisi pangan lokal, dan kearifan lokal merupakan bagian dari identitas bangsa. OECD menyatakan bahwa “local food systems strengthen social cohesion and community
resilience”⁸, sehingga penguatan pangan lokal berkontribusi pada ketahanan sosial budaya.
Dalam gatra pertahanan dan keamanan, ketahanan pangan dipandang sebagai bagian dari ancaman non-militer. Barry Buzan menegaskan bahwa “non-traditional security threats such as food insecurity can undermine state stability as seriously as military threats”⁹. Oleh karena itu, ketahanan pangan merupakan elemen penting dalam strategi pertahanan nirmiliter Indonesia.
Tantangan Ketahanan Pangan Nasional
Meskipun memiliki potensi besar, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan ketahanan pangan, seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, ketimpangan distribusi pangan, serta kesejahteraan petani dan nelayan yang belum optimal. Bappenas mencatat bahwa
“perubahan iklim dan degradasi lahan menjadi tantangan utama ketahanan pangan nasional”¹⁰.
Tantangan tersebut, apabila tidak ditangani secara sistematis, dapat berdampak pada melemahnya Asta Gatra Ketahanan Nasional secara keseluruhan, khususnya pada gatra ekonomi, sosial budaya, dan keamanan.
Strategi Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Asta Gatra
Penguatan ketahanan pangan harus dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan seluruh gatra ketahanan nasional. Strategi tersebut meliputi optimalisasi potensi wilayah (Tri Gatra), penguatan kebijakan lintas sektor, pemberdayaan masyarakat, serta integrasi ketahanan pangan ke dalam kebijakan keamanan nasional. Wantannas RI menegaskan bahwa “ketahanan nasional menuntut sinergi antar gatra secara berkelanjutan”¹¹.
Pendekatan whole of government dan whole of society menjadi kunci dalam menjadikan ketahanan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional yang kokoh dan berkelanjutan.
Penutup
Ketahanan pangan merupakan fondasi utama ketahanan nasional Indonesia dalam perspektif Asta Gatra. Ketahanan pangan yang kuat akan memperkuat Tri Gatra dan Panca Gatra secara simultan, sehingga meningkatkan daya tahan bangsa terhadap berbagai ancaman multidimensional.
Oleh karena itu, ketahanan pangan harus ditempatkan sebagai agenda strategis nasional yang terintegrasi dalam kebijakan pembangunan dan keamanan nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat membangun ketahanan nasional yang tangguh, mandiri, dan berdaulat.
Daftar Pustaka
- Lemhannas RI, Ketahanan Nasional, Jakarta: Lemhannas RI, 2019.
- Amartya Sen, Poverty and Famines, Oxford: Oxford University Press, 1981.
- Soedjati Djiwandono, Ketahanan Nasional Indonesia, Jakarta: UI Press, 1996.
- FAO, The State of Food Security and Nutrition in the World, Rome, 2022.
- Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
- World Bank, Food Security and Political Stability, Washington DC, 2021.
- Kementerian Pertanian RI, Strategi Ketahanan Pangan Nasional, Jakarta, 2021.
- OECD, Local Food Systems and Resilience, Paris, 2019.
- Barry Buzan, People, States and Fear, London: Harvester Wheatsheaf, 1991.
- Bappenas, RPJMN 2020–2024, Jakarta, 2020.
- Wantannas RI, Ketahanan Nasional dalam Perspektif Kebijakan Strategis, Jakarta, 2020.
