TERNATE – Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Basarnas menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi di wilayah Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (5/4/2026). Bantuan dikirim menggunakan kapal KN SAR 237 Pandudewanata melalui Pelabuhan Ahmad Yani Ternate dengan waktu tempuh sekitar 6 hingga 7 jam perjalanan laut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate menyebutkan total logistik yang dikirim mencapai 4 ton. Bantuan tersebut terdiri atas beras, matras, tenda pengungsian, mie instan, paket sembako, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
“Distribusi logistik ini merupakan langkah cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak gempa dapat terpenuhi,” ujar perwakilan BPBD Kota Ternate dalam keterangan di lapangan.
Pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur laut mengingat kondisi geografis Pulau Batang Dua yang terpisah dari daratan utama. Keterbatasan akses menjadi tantangan utama dalam percepatan distribusi logistik, sehingga diperlukan dukungan armada laut milik Basarnas.
“KN SAR 237 Pandudewanata dikerahkan untuk memastikan bantuan dapat sampai dengan aman dan tepat waktu ke lokasi terdampak,” kata petugas Basarnas.
Gempa bumi yang melanda wilayah Maluku Utara sebelumnya menyebabkan kerusakan dan memaksa sejumlah warga mengungsi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan kebutuhan serta kondisi terkini di lapangan.
Secara historis, wilayah Maluku Utara termasuk kawasan rawan gempa karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan tinggi, termasuk dalam hal distribusi bantuan dan penanganan darurat pascabencana.
Penyaluran logistik ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara. Ketersediaan bantuan juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan kesehatan warga di lokasi pengungsian.
Ke depan, BNPB dan pemerintah daerah memastikan distribusi bantuan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Selain itu, pemantauan kondisi wilayah terdampak serta koordinasi lintas instansi
