Didukung Fundamental Kuat, IHSG Kembali Menguat di Awal 2026

Didukung Fundamental Kuat, IHSG Kembali Menguat di Awal 2026

Tiranitotalitas, Jakarta – Fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan sinyal penguatan yang semakin konsisten pada awal 2026. Sejumlah indikator utama mencerminkan ketahanan ekonomi domestik di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan. Aktivitas sektor riil kembali bergerak ekspansif, sementara stabilitas makroekonomi tetap terjaga.

Sektor manufaktur menjadi salah satu penopang utama. Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Januari 2026 tercatat di level 52,6, menandakan ekspansi yang berlanjut. Peningkatan ini mencerminkan membaiknya permintaan, produksi, serta kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi ke depan.

Dari sisi eksternal, kinerja perdagangan luar negeri juga tetap solid. Sepanjang 2025, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan sebesar USD 41,05 miliar. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan ekspor yang lebih cepat dibandingkan impor, terutama dari sektor industri pengolahan, sehingga menopang stabilitas nilai tukar dan cadangan devisa.

Sementara itu, tekanan harga masih berada dalam batas yang terkendali. Inflasi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen secara tahunan (year on year). Penurunan harga pangan dan terkendalinya permintaan domestik membantu menjaga stabilitas harga, sekaligus memberi ruang bagi konsumsi rumah tangga untuk tetap tumbuh.

Kondisi fundamental yang solid tersebut mulai tercermin di pasar keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan sebesar 1,57 persen dan kembali menembus level 8.047. Aksi beli investor, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor teknologi, menandai kembalinya optimisme pasar. Dengan fondasi ekonomi yang kuat, peluang berlanjutnya tren pemulihan semakin terbuka, meski tetap perlu diwaspadai faktor risiko global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *