Peran BULOG Menjaga Harga Pangan Nasional

Peran BULOG Menjaga Harga Pangan Nasional

Tiranitotalitas, Jakarta – Isu kerugian BULOG ramai di perbincangkan beberapa minggu ini, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga mengungkapkan kondisi keuangan Bulog saat melaporkan hasil pembukuan akhir 2025 di DPR RI. Ia menyebut Bulog masih mencatat kerugian sekitar Rp550 miliar rupiah.Kerugian tersebut terjadi dalam rentang 2024 hingga tutup buku 2025, di tengah beban penugasan publik Bulog yang terus meningkat, mulai dari penyerapan gabah hingga penyaluran beras ke masyarakat. Kerugian ratusan miliar itu merupakan angka sementara yang terjadi karena margin keuntungan Bulog saat ini masih sangat kecil, yakni hanya Rp50 per kilogram. Perbandingan cost plus margin perlu diperhitungkan oleh badan usaha dalam melaksanakan tugasnya. Di dalam Inpres 6 Tahun 2025 untuk penugasan 2025 itu sudah disebutkan Bulog diberikan kompensasi dan margin yang wajar,”. Besaran margin wajar tersebut telah dihitung bersama para ahli, termasuk dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan hasil rata-rata di kisaran 7 persen. Angka itu dinilai sejalan dengan margin yang diterima badan usaha penerima subsidi lainnya.

Perum Bulog memainkan peran sentral sebagai penyangga stok dan stabilisator harga pangan nasional di Indonesia, khususnya beras sebagai makanan pokok. Sebagai BUMN, Bulog menjaga ketersediaan pangan melalui pengelolaan cadangan strategis dan intervensi pasar untuk mencegah fluktuasi harga ekstrem.

Bulog bertanggung jawab atas pengadaan, penyimpanan, dan distribusi pangan pokok seperti beras, jagung, serta kedelai. Ia menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan menjual beras cadangan saat harga melonjak, melindungi petani dari harga rendah dan konsumen dari harga tinggi. Bulog juga mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk situasi darurat, seperti saat panik buying atau krisis pasokan.

Bulog melakukan operasi pasar dengan melepas stok ke pasar tradisional dan ritel saat harga naik, seperti pada bulan Ramadhan atau musim paceklik. Selain itu, ia memonopoli impor pangan tertentu dan menggunakan dana KLBI untuk membeli gabah langsung dari petani, menjaga harga produsen stabil. Koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) memperluas jangkauan distribusi beras murah. BULOG juga terus aktif melakukan penstabilan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional, menyerap hasil gabah, jagung dan lain-lainnya di seluruh provinsi agar dapat membantu petani untuk menampung hasil panennya serta BULOG juga mendukung pasokan beras untuk program MBG.

Meski efektif, Bulog menghadapi tantangan seperti ketergantungan impor dan fluktuasi global; pemerintah mendorong perluasan peran ke komoditas lain sambil fokus pada beras. Penguatan infrastruktur gudang dan outlet penyaluran menjadi kunci untuk ketahanan pangan nasional yang lebih kokoh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *