
Setahun Program MBG, Sasar Jutaan Penerima Manfaat
Tiranitotalitas, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) genap berusia satu tahun sejak pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025. Program yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini terus menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi jangkauan maupun partisipasi masyarakat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, hingga awal Januari 2026, sebanyak 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di 38 provinsi dan menjangkau 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dari capaian tersebut, sekitar 55,1 juta masyarakat telah merasakan langsung manfaat program MBG. “Sepanjang tahun 2025, BGN telah menyajikan lebih dari 3 miliar porsi makanan bergizi. Dari jumlah itu, kejadian yang berdampak pada penerima manfaat hanya sekitar 15 ribu orang,”.
Klaim keberhasilan MBG yang disampaikan Presiden Prabowo sebesar 99,99 persen didasarkan pada perhitungan data produksi dan jumlah kejadian yang terjadi selama program berjalan. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 252 kejadian, dengan tren menurun signifikan di akhir tahun. “Pada September 2025 ada 67 kejadian, Oktober naik menjadi 85, November turun menjadi 40, dan Desember hanya tersisa 12 kejadian. Dengan total SPPG mencapai 19.188 unit, secara matematis itulah yang menjadi dasar capaian 99,9 persen,”.
MBG merupakan program yang terus dikawal secara ketat oleh pemerintah pusat. KSP memiliki tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pengendalian, terutama terhadap program-program prioritas Presiden. Meski capaian program MBG dinilai sangat tinggi, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Skala program yang besar dan waktu yang relatif singkat menjadi ujian tersendiri. “Keberhasilan 99,99 persen juga berarti masih ada ruang perbaikan. Presiden sendiri menyadari hal itu.
Ke depan, pemerintah menargetkan standar yang lebih tinggi dimana, pada 2026, Presiden Prabowo menargetkan program MBG berjalan tanpa celah kesalahan. Harapannya, di 2026 program MBG benar-benar zero defect, tidak ada kesalahan sekecil apa pun,”.
Kepala BGN menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk menurunkan bahkan menghilangkan angka stunting sepanjang tahun 2026 melalui penguatan Program MBG yang disertai penanganan khusus bagi anak-anak terdampak.
Pada 2026, penanganan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemberian makanan bergizi, tetapi juga melalui perawatan dan intervensi tambahan yang terintegrasi.
Melalui pendekatan tersebut, BGN menargetkan penurunan signifikan angka stunting hingga akhir 2026.