
Stok BBM di Aceh, Sumut, dan Sumbar Aman meski Distribusi Terkendala
Tiranitotalitas, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) aman untuk tiga provinsi yang dilanda banjir dan longsor, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Namun, distribusinya terkendala akibat terputusnya akses darat. Pertamina telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjamin pasokan tetap terpenuhi.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi tersebut menyebabkan lumpuhnya akses transportasi darat. Kondisi ini berdampak pada distribusi BBM ke beberapa daerah terdampak bencana.
Pertamina mengakui adanya kendala penyaluran BBM akibat rusaknya infrastruktur jalan. Namun demikian, perusahaan memastikan stok BBM di wilayah terdampak hingga saat ini masih mencukupi dan terpantau aman.
Untuk mencegah terjadinya kelangkaan, Pertamina menyalurkan BBM melalui jalur udara dan laut ke lokasi-lokasi yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat. Distribusi melalui jalur udara dilakukan dengan menggunakan jeriken dan drum yang diangkut menggunakan pesawat Hercules.
Sementara itu, untuk distribusi melalui jalur laut, Pertamina masih berkoordinasi dengan pihak ASDP guna penyediaan kapal feri agar penyaluran BBM dapat segera dilakukan ke wilayah terdampak.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza mengatakan untuk tahap awal, distribusi BBM akan diprioritaskan bagi kebutuhan alat berat yang digunakan untuk membuka akses jalan yang terputus, serta untuk kendaraan evakuasi korban bencana.
“Distribusi BBM sementara kami prioritaskan untuk mendukung alat berat dan kendaraan evakuasi agar proses penanganan bencana dapat berjalan maksimal,” ujar Oki, Senin (1/12/2025)
Pertamina menegaskan akan terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kebutuhan energi masyarakat di wilayah terdampak bencana tetap terpenuhi.
Diketahui, saat ini warga di sejumlah daerah yang dilanda banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar mengalami krisis BBM akibat penyalurannya terkendala akses. Masyarakat harus mengantre berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan BBM. Warga sangat membutuhkan untuk mobilitas serta menghidupi mesin genset karena listrik di berbagai wilayah masih padam. Sumber beritasatu.com
